Djoko Suyanto
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto (lahir di Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950;
umur 61 tahun) adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia sejak 22 Oktober 2009.
Sebelumnya ia pernah menjabat Panglima Tentara
Nasional Indonesia dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007.
Ia digantikan oleh Jenderal TNI Djoko Santoso. Ia mulai menjabat sejak dilantik
oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono tanggal 13 Februari 2006 dan serah terima jabatan
dari Jenderal TNI Endriartono Sutarto pada 20 Februari 2006.
Dari 23 Februari2005 hingga 13 Februari 2006, ia
adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU). Ia juga merupakan
Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarahIndonesia.
Suyanto adalah lulusan Akabri (di Akademi Angkatan Udara)
tahun 1973, sama dengan LaksamanaSlamet Soebijanto (Kepala Staf Angkatan
Laut), Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Endang Suwarya,
dan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Ia adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang
berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi, Madiun.
Suyanto pernah mengikuti
kursus di USAF Fighter Weapon
Instructor School di Pangkalan Udara Nellis, Las Vegas, Nevada.
Ia kemudian berturut-turut menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Komandan
Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan
Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, dan
kemudian Kepala Staf TNI-AU sebelum akhirnya menjadi Panglima TNI.
Setelah lulus proses fit & proper test di DPR,
Djoko dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden pada 13 Februari 2006.
Dua pekerjaan rumah bagi
Djoko Suyanto adalah perihal kesejahteraan prajurit seiring dengan banyaknya
tuntutan agar TNI melepaskan semua bisnis-nya kepada pemerintah dan persoalan
pro dan kontra hak pilih TNI pada pemilihan umum tahun 2009.